kan ku harapkan ramadhan kali ini penuh makna
agar dapat ku lalui dengan sempurna
selangkah demi selangkah
bertahun kini telah berlalu
moga dapat aku lentur nafsu yang membelenggu diri yang tiada hentinya ini
Tuhan..
bantulah aku untuk menempuhi segala dugaan yang diberikan kepada aku...
Alhamdulillah....sempat lagi untuk aku merasai manisnya Ramadhan
setinggi2 kesyukuran ku panjatkan kehadrat ilahi kerana masih dberi
peluang ini untuk aku menemui Ramadhan kali ini...
pesanan aku.
ingatlah...kata2 itu begitu mudah untuk dilontarkan
tapi yang menerima...begitu sakit perit yang ditanggung..
kita mungkin boleh petah untuk berkata2
yang tidak mengetahuinya begitu mudah untuk menilai semuanya
tapi yang merasainya..
sakit yang ditanggung tidak terkata...
dipandang serong oleh yang lain...
itukah yang selayaknya yang xbersalah menerima???
fikirlah sejenak....
kadang2
berdiam diri lebih baik daripada membuka mulutmu...
hari2 yang dilalui kini lebih tenang bersamanya (ssa)...
walaupun kadang2 tercalit sedikit coretan...
itu semua mengajar erti sebuah perhubungan...
menantikan jawapan 1syawal yang akan menjelma...
ku harap semoga dapat aku merasai manisnya sebuah penantian itu..
kenapa perlu kita memikirkan hidup orang lain sehinggakan hidup kita sendiri terumbang ambing...
tidak salah untuk kita memikirkan hidup orang lain..
tapi ia akn menjadi salah pabila hidup sendiri tak terjaga...
kenapa dahulukan org lain sedangkan diri sendiri diabaikan...
hidup mu
biarlah dirimu sendiri yang lakarkan jalan hidup mu..
bukannya membiarkan lakaran itu tercoret daripada tangan orang lain...
kelak..
dirimu tetap dirimu..
insan yang selama ini kamu jaga akan tetap lupakan mu
xkan mahu hadir tika dirimu kesusahan...
bukalah hati itu kpada yang sudi menerima
selagi dirinya wujud dalam lakaran hidupmu
hargainya
pabila ia telah terpadam
xkan mampu ia kembali
sekali kamu berpaling...
jangan pernah kamu menoleh kembali..
untuk ke sekian kalinya aku berpuasa di perantauan(kononnya)
rindukan suasana diwaktu kecilku
berpuasa di kampung halaman
curi2 makan minum(diawal aku belajar untuk menahan perut ni)
kini...
usia kian meningkat
tersenyum sendiri pabila teringatkan telatah tika kecilku..
untuk sidia...
jaga diri baik2...
diri ini mungkin xkan mampu berada di hadapan mu di setiap detik mu..
namun akan tetap berada di hati..
aku tidak pernah berhenti berharap dan kan tetap menunggu...
seumur hidup ini...
ini lah kali pertama aku menjadi seperti ini...
maaf andai diri ini tidak sempurna..
ini lah seadanya aku...
maaf aku xmampu menjadi seperti yang engkau harapkan
aku xmampu jd seperti masa lepas mu...
lakarlah jalan hidupmu dengan caramu sendiri...
satu pintaku..
berubahlah
bukan untuk orang lain
tapi untuk dirimu sendiri..
setiapkali ku berdepan dengan mu....banyak yang ingin aku perkatakan...
tapi bila memandang wajah mu..
lidahku kelu tanpa kata...
kadang2....tidak semua pekara kita mampu zahirkan dengan perbuatan,kata2
ianya hanya mampu dirasai....dengan hati yang ikhlas...
maaf kerna aku hanya mampu menjadi diri aku
maaf kerna aku xmampu memberikan apa yang kamu dapat sebelum ini
aku hanya ingin diterima seadanya aku....
aku hanya diriku seadanya......
Alhamdulillah....sempat lagi untuk aku merasai manisnya Ramadhan
setinggi2 kesyukuran ku panjatkan kehadrat ilahi kerana masih dberi
peluang ini untuk aku menemui Ramadhan kali ini...
pesanan aku.
ingatlah...kata2 itu begitu mudah untuk dilontarkan
tapi yang menerima...begitu sakit perit yang ditanggung..
kita mungkin boleh petah untuk berkata2
yang tidak mengetahuinya begitu mudah untuk menilai semuanya
tapi yang merasainya..
sakit yang ditanggung tidak terkata...
dipandang serong oleh yang lain...
itukah yang selayaknya yang xbersalah menerima???
fikirlah sejenak....
kadang2
berdiam diri lebih baik daripada membuka mulutmu...
hari2 yang dilalui kini lebih tenang bersamanya (ssa)...
walaupun kadang2 tercalit sedikit coretan...
itu semua mengajar erti sebuah perhubungan...
menantikan jawapan 1syawal yang akan menjelma...
ku harap semoga dapat aku merasai manisnya sebuah penantian itu..
kenapa perlu kita memikirkan hidup orang lain sehinggakan hidup kita sendiri terumbang ambing...
tidak salah untuk kita memikirkan hidup orang lain..
tapi ia akn menjadi salah pabila hidup sendiri tak terjaga...
kenapa dahulukan org lain sedangkan diri sendiri diabaikan...
hidup mu
biarlah dirimu sendiri yang lakarkan jalan hidup mu..
bukannya membiarkan lakaran itu tercoret daripada tangan orang lain...
kelak..
dirimu tetap dirimu..
insan yang selama ini kamu jaga akan tetap lupakan mu
xkan mahu hadir tika dirimu kesusahan...
bukalah hati itu kpada yang sudi menerima
selagi dirinya wujud dalam lakaran hidupmu
hargainya
pabila ia telah terpadam
xkan mampu ia kembali
sekali kamu berpaling...
jangan pernah kamu menoleh kembali..
untuk ke sekian kalinya aku berpuasa di perantauan(kononnya)
rindukan suasana diwaktu kecilku
berpuasa di kampung halaman
curi2 makan minum(diawal aku belajar untuk menahan perut ni)
kini...
usia kian meningkat
tersenyum sendiri pabila teringatkan telatah tika kecilku..
untuk sidia...
jaga diri baik2...
diri ini mungkin xkan mampu berada di hadapan mu di setiap detik mu..
namun akan tetap berada di hati..
aku tidak pernah berhenti berharap dan kan tetap menunggu...
seumur hidup ini...
ini lah kali pertama aku menjadi seperti ini...
maaf andai diri ini tidak sempurna..
ini lah seadanya aku...
maaf aku xmampu menjadi seperti yang engkau harapkan
aku xmampu jd seperti masa lepas mu...
lakarlah jalan hidupmu dengan caramu sendiri...
satu pintaku..
berubahlah
bukan untuk orang lain
tapi untuk dirimu sendiri..
setiapkali ku berdepan dengan mu....banyak yang ingin aku perkatakan...
tapi bila memandang wajah mu..
lidahku kelu tanpa kata...
kadang2....tidak semua pekara kita mampu zahirkan dengan perbuatan,kata2
ianya hanya mampu dirasai....dengan hati yang ikhlas...
maaf kerna aku hanya mampu menjadi diri aku
maaf kerna aku xmampu memberikan apa yang kamu dapat sebelum ini
aku hanya ingin diterima seadanya aku....
aku hanya diriku seadanya......

